Pertumbuhan generasi suatu bangsa adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi. Ini adalah tugas yan besar! Mengajari mereka kalimat Laa Ilaaha Illalloh, menancapkan tauhid ke dada-dada mereka, menanamkan kecintaan pada Al-Quran dan As-Sunah sebagai pedoman hidup, kecintaan pada ilmu, kecintaan pada Al Haq, mengajari mereka bagaimana beribadah pada Alloh yang telah menciptakan mereka, mengajari mereka akhlak-akhlak mulia, mengajari mereka bagaimana menjadi pemberani tapi tidak sombong, mengajari mereka untuk bersyukur, mengajari bersabar, mengajri mereka arti disiplin, tanggung jawab, mengajari mereka rasa empati, menghargai orang lain, memaafkan, dan masih banyak lagi.
Termasuk di dalamnya hal yang menurut banyak orang dianggap sebagai sesuatu yang kecil dan remeh, seperti mengajarkan pada anak adab ke kamar mandi. Bukan hanya sekedar supaya anak tau bahwa masuk kamar mandi itu dengan kaki kiri, tapi bagaimana supaya hal semacam itu bisa menjadi kebiasaan yang lekat padanya. Butuh ketelatenan dan kesabaran untuk membiasakannya.
Siapa Menanam, Dia akan Menuai Benih
BAGAIMANA rasanya hati seorang ibu melihat anak-anaknya tumbuh? Ketika tabungan anak kita yang usia lima tahun mulai menumpuk, lalu kita bertanya, "Mau untuk apa Nak, tabungannya?" Mata rasanya haru ketika anak menjawab "Mau buat beli CD murotal, Ma!" Padahal anak-anak lain kebanyakan akan menjawab "Mau buat beli PS!" atau ketika ditanya tentang cita-cita, "Adek pengen jadi ulama!" Haru mendengar jawaban ini dari seorang anak tatkala anak-anak seusianya bermimpi "pengen jadi superman!"
Jiwa seperti ini bagaimana membentuknya? Butuh seorang pendidik yang ulet dan telaten. Bersungguh-sungguh, dengan tekad yang kuat. Seorang yang sabar untuk setiap hari menempa dengan dibekali ilmu yang kuat. Penuh dengan tawakal dan bergantung pada Alloh Subhanahu wa Ta'ala.
sumber : NUANSA
Sabtu, 06 Oktober 2012
Sabtu, 29 September 2012
Terapi Air Untuk Penderita Asma
Kondisi-kondisi di bawah ini adalah sinyal yang menandakan pengelolaan pembagian jatah saat terjadi kurangnya pasokan air bebas dan zat gizi utama lain di dalam tubuh :
1. Asma
2. Alergi
3. Tekanan darah tinggi atau hipertensi
4. Diabetes tipe II
5. Sembelit
6. Penyakit autoimun
Asma menandakan adanya dehidrasi dalam tubuh, yang menjurus ke degenerasi tubuh berkelanjutan sampai terjadinya komplikasi dehidrasi lainnya yang dapat menyebabkan kematian dini.
Pada saat dehidrasi (kekurangan air dalam tubuh), jaringan paru-paru menjadi sangat rentan. Kantong-kantong udara di paru-paru memiliki dinding yang sangat tipis dan membutuhkan air untuk melembabkannya sepanjang waktu. Aliran udara yang terus menerus melalui kantong-kantong ini juga menguapkan air yang tersedia di lapisannya. Dehidrasi akan otomatis mengurangi jumlah air yang tersedia di jaringan ini dan menyebabkan kerusakan, kecuali jika aliran udara dikurangi.
Pada dasarnya, inilah alasan di balik penghambatan aliran udara melaui paru-paru pada orang-orang yang asma.
Histamin bertanggung jawab mengurangi kecepatan aliran udara melalui paru-paru. Zat ini menyebabkan menciutnya bronkioli yang melekat pada kantong udara. Histamin juga merangsang produksi lendir yang kental yang menyumbat sebagian bronkioli dan melindungi lapisan bronkioli sendiri
Semua tindakan histamin pada saat dehidrasi dilakukan untuk melindungi saluran tubuh yang lembut yang berkontak langsung dengan udara luar dan mudah mnegering serta gersang jika tidak dilindungi.
Dianjurkan untuk pasien asma yang akan mendapatkan serangan atau sedang berada di tengah serangan untuk minum dua atau tiga gelas air, kemudian menmpatkan sejumput garam di lidah.
Air dan garam akan memberitahu otak bahwa unsur-unsur yang hilang dalam tubuh karena dehidrasi, khususnya pada penderita asma, telah memasuki sistem.
Otak akan segera memerintahkan bronkioli untuk melemas dan pernapasan akan menjadi lebih mudah.
Ketika garam mencapai paru-paru, pompa-pompa garam akan melepaskannya ke bronkioli untuk melonggarkan sumbatan lendir dan menyiapkannya untuk dibuang keluar, hanya jika ada cukup air. Terlalu banyak garam dan tidak cukup air bisa memunculkan hal yang sebaliknya, bisa menyebabkan bronkioli menciut.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan di atas adalah saya kutip dari buku yang saya pinjam dari perpustakaan daerah, karena saya penderita asma dan telah mencoba sendiri terapi air ini dan alhamdulillah hasilnya sangat saya rasakan, sejak 3 tahun yang lalu saya sudah jarang mendapatkan serangan asma. Semoga catatan ini bisa membantu anda yang sedang mengalami atau keluarga anda yang punya riwayat asma, catatan ini bisa jadi panduan.
1. Asma
2. Alergi
3. Tekanan darah tinggi atau hipertensi
4. Diabetes tipe II
5. Sembelit
6. Penyakit autoimun
Asma menandakan adanya dehidrasi dalam tubuh, yang menjurus ke degenerasi tubuh berkelanjutan sampai terjadinya komplikasi dehidrasi lainnya yang dapat menyebabkan kematian dini.
Pada saat dehidrasi (kekurangan air dalam tubuh), jaringan paru-paru menjadi sangat rentan. Kantong-kantong udara di paru-paru memiliki dinding yang sangat tipis dan membutuhkan air untuk melembabkannya sepanjang waktu. Aliran udara yang terus menerus melalui kantong-kantong ini juga menguapkan air yang tersedia di lapisannya. Dehidrasi akan otomatis mengurangi jumlah air yang tersedia di jaringan ini dan menyebabkan kerusakan, kecuali jika aliran udara dikurangi.
Pada dasarnya, inilah alasan di balik penghambatan aliran udara melaui paru-paru pada orang-orang yang asma.
Histamin bertanggung jawab mengurangi kecepatan aliran udara melalui paru-paru. Zat ini menyebabkan menciutnya bronkioli yang melekat pada kantong udara. Histamin juga merangsang produksi lendir yang kental yang menyumbat sebagian bronkioli dan melindungi lapisan bronkioli sendiri
Semua tindakan histamin pada saat dehidrasi dilakukan untuk melindungi saluran tubuh yang lembut yang berkontak langsung dengan udara luar dan mudah mnegering serta gersang jika tidak dilindungi.
Dianjurkan untuk pasien asma yang akan mendapatkan serangan atau sedang berada di tengah serangan untuk minum dua atau tiga gelas air, kemudian menmpatkan sejumput garam di lidah.
Air dan garam akan memberitahu otak bahwa unsur-unsur yang hilang dalam tubuh karena dehidrasi, khususnya pada penderita asma, telah memasuki sistem.
Otak akan segera memerintahkan bronkioli untuk melemas dan pernapasan akan menjadi lebih mudah.
Ketika garam mencapai paru-paru, pompa-pompa garam akan melepaskannya ke bronkioli untuk melonggarkan sumbatan lendir dan menyiapkannya untuk dibuang keluar, hanya jika ada cukup air. Terlalu banyak garam dan tidak cukup air bisa memunculkan hal yang sebaliknya, bisa menyebabkan bronkioli menciut.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan di atas adalah saya kutip dari buku yang saya pinjam dari perpustakaan daerah, karena saya penderita asma dan telah mencoba sendiri terapi air ini dan alhamdulillah hasilnya sangat saya rasakan, sejak 3 tahun yang lalu saya sudah jarang mendapatkan serangan asma. Semoga catatan ini bisa membantu anda yang sedang mengalami atau keluarga anda yang punya riwayat asma, catatan ini bisa jadi panduan.
Kamis, 27 September 2012
www (Wildest Wanted Woman)
6 Sifat wanita sholihat :
1. Taat kepada Alloh dan Rosul
2. Taat dan takdzim pada suaminya
3. Membantu tugas suaminya dalam agama dan mencari ma'isyah
4. Bertanggung-jawab mengurus rumah-tangga
5. Menjaga martabat suami dan rahasia rumah-tangga
6. Syukur, sabar, mengalah, sering minta maaf kepada suaminya
Selain segala jenis sifat-sifat yang baik dan ideal seperti yang disebutkan di atas, yang termasuk kategori wanita solihat adalah wanita yang mandiri dalam hal ekonomi, financially independent. Jika tidak mampu mandiri, minimal bisa membantu mai'syah suami. Jangan bayangkan Fatimah sebagai putri Nabi, dan isteri dari Ali salah satu Khalifah, tidak bekerja. Beliau bekerja sebagai penggiling gandum. Membantu mai'syah suami tidak harus menjadi sarjana, wanita karir, profesional yang bekerja di perusahaan. Banyak buanget bentuk home bussines, bisnis rumahan (bukan murahan!) yang bisa dilakukan para wanita. Bagaimana kalau tidak bisa bekerja? Ya. minimal bisa menyeimbangkan kemauan dan kemampuan. jangan sampai tekor.
Pernah mendengarkan tausiyah yang menyatakan bahwa suami adalah jembatan bagi wanita untuk bisa masuk sorga? Nasehat itu tidak berlebihan, sebab sabda Nabi :
"Siapa wanita yang mati dan suaminya ridho, akan masuk sorga."
Tuh kan! Makanya sering-seringlah minta maaf dan ridho pada suami.
Berat? Tentu saja. Apalagi pasangan basi yang bukan lagi pengantin baru. Isteri semakin tahu modal suami. Semakin mengerti jeroan suami. Tetapi ganjaran untuk tetap istiqomqh, konsisten dan persisten menjadi wanita sholiat sangatlah besar :
"Ketika seorang wanita telah mengerjakan sholat lima waktu dan telah berpuasa di bulan romadhon dan menjaga farjinya dan taat kepada suaminya, dikatakan kepadanya : masuklah engkau (wanita solihat) ke sorag dari pintu mana saja yang engkau kehendaki."
Wooow!
Jadi, bagi kaum pria, apalagi yang dicari dan digilai selain wanita solihat yang adalah sebaik-baiknya kenikmatan mengalahkan kenikmatan dunia manapun?
Bagi para isteri, apalagi yang dicari selain berusaha habis-habisan menjadi wanita solihat yang ganjarannya adalah masuk sorga dari pintu mana saja?
Bagi wanita lajang : idem. Masalahnya adalah, semua dalil-dalil tentang wanita solihat selau dikaitkan dengan kehadiran suami. jadi, apakah yang "sorangan wae", gadis atau janda, dapat mencapai pangkat dan derajat wanita solihat yang paripurna? So? Fa-aina tadzhabuun?
1. Taat kepada Alloh dan Rosul
2. Taat dan takdzim pada suaminya
3. Membantu tugas suaminya dalam agama dan mencari ma'isyah
4. Bertanggung-jawab mengurus rumah-tangga
5. Menjaga martabat suami dan rahasia rumah-tangga
6. Syukur, sabar, mengalah, sering minta maaf kepada suaminya
Selain segala jenis sifat-sifat yang baik dan ideal seperti yang disebutkan di atas, yang termasuk kategori wanita solihat adalah wanita yang mandiri dalam hal ekonomi, financially independent. Jika tidak mampu mandiri, minimal bisa membantu mai'syah suami. Jangan bayangkan Fatimah sebagai putri Nabi, dan isteri dari Ali salah satu Khalifah, tidak bekerja. Beliau bekerja sebagai penggiling gandum. Membantu mai'syah suami tidak harus menjadi sarjana, wanita karir, profesional yang bekerja di perusahaan. Banyak buanget bentuk home bussines, bisnis rumahan (bukan murahan!) yang bisa dilakukan para wanita. Bagaimana kalau tidak bisa bekerja? Ya. minimal bisa menyeimbangkan kemauan dan kemampuan. jangan sampai tekor.
Pernah mendengarkan tausiyah yang menyatakan bahwa suami adalah jembatan bagi wanita untuk bisa masuk sorga? Nasehat itu tidak berlebihan, sebab sabda Nabi :
"Siapa wanita yang mati dan suaminya ridho, akan masuk sorga."
Tuh kan! Makanya sering-seringlah minta maaf dan ridho pada suami.
Berat? Tentu saja. Apalagi pasangan basi yang bukan lagi pengantin baru. Isteri semakin tahu modal suami. Semakin mengerti jeroan suami. Tetapi ganjaran untuk tetap istiqomqh, konsisten dan persisten menjadi wanita sholiat sangatlah besar :
"Ketika seorang wanita telah mengerjakan sholat lima waktu dan telah berpuasa di bulan romadhon dan menjaga farjinya dan taat kepada suaminya, dikatakan kepadanya : masuklah engkau (wanita solihat) ke sorag dari pintu mana saja yang engkau kehendaki."
Wooow!
Jadi, bagi kaum pria, apalagi yang dicari dan digilai selain wanita solihat yang adalah sebaik-baiknya kenikmatan mengalahkan kenikmatan dunia manapun?
Bagi para isteri, apalagi yang dicari selain berusaha habis-habisan menjadi wanita solihat yang ganjarannya adalah masuk sorga dari pintu mana saja?
Bagi wanita lajang : idem. Masalahnya adalah, semua dalil-dalil tentang wanita solihat selau dikaitkan dengan kehadiran suami. jadi, apakah yang "sorangan wae", gadis atau janda, dapat mencapai pangkat dan derajat wanita solihat yang paripurna? So? Fa-aina tadzhabuun?
Jumat, 10 Agustus 2012
Bulan Ramadhan Bulan Istimewa
Ada lima target amalan di bulan Ramadhan yang harus sukses diamalkan, yaitu:
1. Sukses puasa
2. Sukses sholat malam atau sholat tarawih
3. Sukses Lailatul qodar
4. Sukses zakat fitrah
5. Sukses membaca Alquran
Sebelum bulan istimewa ini berlalu, yuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan tanyakan pada hati, amalan apa yang belum tercapai? Tentunya dengan niat hanya karena Alloh.
SemangkA :)
Semangat karena Alloh :)
1. Sukses puasa
2. Sukses sholat malam atau sholat tarawih
3. Sukses Lailatul qodar
4. Sukses zakat fitrah
5. Sukses membaca Alquran
Sebelum bulan istimewa ini berlalu, yuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan tanyakan pada hati, amalan apa yang belum tercapai? Tentunya dengan niat hanya karena Alloh.
SemangkA :)
Semangat karena Alloh :)
Senin, 30 Juli 2012
Merutinkan Doa Nabi Yusuf
Setiap orang punya persoalan hidup masing-masing. Jangan dikira bahwa kalu orang yang kaya raya atau pengusaha besar itu tidak punya persoalan hidup. Malah bisa jadi mereka lebih stress ketimbang kita. Jadi ketika anda sedang menghadapi masalah, sebenarnya anda tidak sendiri. Mungkin banyak orang lain yang sedang menghadapi masalah yang lebih berat ketimbang masalah yang sedang anda hadapi.
Bicara masalah keterpurukan maka salah seorang nabi yang dikisahkan pernah mengalaminya adalah Nabi Yusuf. Bayangkan, beliau pernah terpuruk di dasar sebuah sumur yang gelap ("fii ghoyaabatil-jubb") tanpa ada seorang pun diantara sepuluh orang saudara-saudaranya ketika itu yang membantu atau mau menyelamatkan beliau, justeru beliau berada dalam sumur tersebut karena dijerumuskan oleh saudara-saudaranya sendiri.
Dalam kesendirian Nabi Yusuf di dasar sumur, beliau hanya bergantung kepada Alloh dengan doanya :
"Alloohumma inni as-aluka bismika al-makhzuun al-maknuun, yaa badii'as-samaawaati wal-ardhi yaa dzal-jalaali wal-ikroom, an taghfiro lii dzanbii wa tarhamanii, wa an taj'ala lii min amrii farojan wa makhrojaa, wa an tarzuqonii min haitsu ahtasibu wa min haitsu laa ahtasib".
Artinya : "ya Alloh, hamba memohon kepada-Mu, berkat nama-Mu yang tersimpan dan terpelihara, wahai pencipta langit dan bumi, wahai pemilik keagungan dan kemuliaan, agar Paduka mengampuni dosa-dosa hamba dan mengasihi hamba, agar Paduka menjadikan bagi urusan hamba ini celah dan jalan keluar, dan agar Paduka memberi rezeki kepada hamba dari sumber yang hamba perkirakan maupun yang tidak hamba sangka-sangka".
Maka datanglah pertolongan Alloh lewat serombongan kafilah yang menimba air dari sumur tersebut. Nabi Yusuf dapat keluar dari dalam sumur yang kemudian dijual sebagai budak belian di Mesir. Jalan keluar dari persoalan keterpurukan yang dihadapi Nabi Yusuf sudah kelihatan. Rezeki yang tidak disangka-sanka pun datang karena akhirnya Nabi Yusuf dibeli dan ditampung oleh Al-'Aziz, seorang pejabat tinggi negeri Mesir.
Namun cobaan hidup belum selesai. Datang lagi cobaan kedua yang tidak kalah beratnya yaitu Nabi Yususf diajak berbuat serong oleh induk semangnya yaitu nyonya rumah di mana beliau ditampung. Jangan anda katakan bahwa cobaan seperti ini kalo orang tidak bisa mengalahkan hawa nafsunya maka dia akan jatuh ke lembah kehinaan dunia akhirat, kecuali kalo bisa bertobat..
Berkat istiqomah-nya (konsisiten dalam berdzikir dan menetapi kebenaran) maka Nabi Yusuf bisa terhindar dari ajakan maksiat tadi.
Namun cobaan hidup belum selesai juga. Nabi Yusuf terkena fitnah sehingga beliau didakwa bersalah tanpa seorangpun pengacara yang bisa membelanya, dan beliau terpaksa harus meringkuk dalam penjara.
Singkat cerita, setelah bertahun-tahun dalam penjara, berkat pertolongan Alloh maka Nabi Yususf bisa keluar dari dalam penjara, malah mendapat kemuliaan untuk menjabat sebagai seorang petinggi negeri Mesir dan bisa menghimpun kedua orangtuanya, termauk saudara-saudaranya yang dulu pernah menzhaliminya.
Perjalanan hidup Nabi Yusuf dari dasar sumur yang gelap sampai menjadi orang terpandang di negeri Mesir, juga menjadi orang yang mulia di sisi Alloh, kuncinya adalah keikhlasan dan istiqomah, tak kenal putus asa, konsisten di jalan kebenaran, selalu bermohon kepada Alloh robbal-'alamiin, rendah hati dan berbakti kepada orangtua serta sayang kepada keluarga dan saudara-saudara.
Rosululloh Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam menganjurkan agar kita bisa merutinkan boa Nabi Yusuf ini dan beliau menyabdakan bahwa doa ini adalah doa orang-orang pilihan. (Hadits riwayat Ibnu Mardaweh).
Sumber : NUANSA
Bicara masalah keterpurukan maka salah seorang nabi yang dikisahkan pernah mengalaminya adalah Nabi Yusuf. Bayangkan, beliau pernah terpuruk di dasar sebuah sumur yang gelap ("fii ghoyaabatil-jubb") tanpa ada seorang pun diantara sepuluh orang saudara-saudaranya ketika itu yang membantu atau mau menyelamatkan beliau, justeru beliau berada dalam sumur tersebut karena dijerumuskan oleh saudara-saudaranya sendiri.
Dalam kesendirian Nabi Yusuf di dasar sumur, beliau hanya bergantung kepada Alloh dengan doanya :
"Alloohumma inni as-aluka bismika al-makhzuun al-maknuun, yaa badii'as-samaawaati wal-ardhi yaa dzal-jalaali wal-ikroom, an taghfiro lii dzanbii wa tarhamanii, wa an taj'ala lii min amrii farojan wa makhrojaa, wa an tarzuqonii min haitsu ahtasibu wa min haitsu laa ahtasib".
Artinya : "ya Alloh, hamba memohon kepada-Mu, berkat nama-Mu yang tersimpan dan terpelihara, wahai pencipta langit dan bumi, wahai pemilik keagungan dan kemuliaan, agar Paduka mengampuni dosa-dosa hamba dan mengasihi hamba, agar Paduka menjadikan bagi urusan hamba ini celah dan jalan keluar, dan agar Paduka memberi rezeki kepada hamba dari sumber yang hamba perkirakan maupun yang tidak hamba sangka-sangka".
Maka datanglah pertolongan Alloh lewat serombongan kafilah yang menimba air dari sumur tersebut. Nabi Yusuf dapat keluar dari dalam sumur yang kemudian dijual sebagai budak belian di Mesir. Jalan keluar dari persoalan keterpurukan yang dihadapi Nabi Yusuf sudah kelihatan. Rezeki yang tidak disangka-sanka pun datang karena akhirnya Nabi Yusuf dibeli dan ditampung oleh Al-'Aziz, seorang pejabat tinggi negeri Mesir.
Namun cobaan hidup belum selesai. Datang lagi cobaan kedua yang tidak kalah beratnya yaitu Nabi Yususf diajak berbuat serong oleh induk semangnya yaitu nyonya rumah di mana beliau ditampung. Jangan anda katakan bahwa cobaan seperti ini kalo orang tidak bisa mengalahkan hawa nafsunya maka dia akan jatuh ke lembah kehinaan dunia akhirat, kecuali kalo bisa bertobat..
Berkat istiqomah-nya (konsisiten dalam berdzikir dan menetapi kebenaran) maka Nabi Yusuf bisa terhindar dari ajakan maksiat tadi.
Namun cobaan hidup belum selesai juga. Nabi Yusuf terkena fitnah sehingga beliau didakwa bersalah tanpa seorangpun pengacara yang bisa membelanya, dan beliau terpaksa harus meringkuk dalam penjara.
Singkat cerita, setelah bertahun-tahun dalam penjara, berkat pertolongan Alloh maka Nabi Yususf bisa keluar dari dalam penjara, malah mendapat kemuliaan untuk menjabat sebagai seorang petinggi negeri Mesir dan bisa menghimpun kedua orangtuanya, termauk saudara-saudaranya yang dulu pernah menzhaliminya.
Perjalanan hidup Nabi Yusuf dari dasar sumur yang gelap sampai menjadi orang terpandang di negeri Mesir, juga menjadi orang yang mulia di sisi Alloh, kuncinya adalah keikhlasan dan istiqomah, tak kenal putus asa, konsisten di jalan kebenaran, selalu bermohon kepada Alloh robbal-'alamiin, rendah hati dan berbakti kepada orangtua serta sayang kepada keluarga dan saudara-saudara.
Rosululloh Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam menganjurkan agar kita bisa merutinkan boa Nabi Yusuf ini dan beliau menyabdakan bahwa doa ini adalah doa orang-orang pilihan. (Hadits riwayat Ibnu Mardaweh).
Sumber : NUANSA
Sabtu, 21 Juli 2012
Tips Keharmonisan Keluarga
1. Saling mengingatkan.
Interaksi dengan orang lain, juga dengan pasangan, tidak menutup kemungkinan terjadinya salah paham atau perasaan tidak mengenakkan lainnya. Mungkin, Anda melakukan kesalahan yang mengganggu hubungan Anda berdua. Bisa pula sebaliknya, pasangan Anda yang melukai hati dan pikiran Anda. Yang perlu diingat adalah jangan gampang tersulut emosi. Untuk mengatasinya, Anda berdua hanya butuh saling mengingatkan dan memberi masukan yang baik.
Tidak mungkin pasangan Anda akan tersinggung ketika Anda memberi saran yang bermanfaat, asal Anda tahu caranya! Saling mengingatkan juga akan menjaga diri Anda berdua untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan tidak perlu.
Apalagi jika Anda saling mengingatkan dalam nada-nada canda dan dengan tutur kata yang ringan, enak didengar. Tidak perlu dengan muka serius. Tuturkan dengan bahasa yang ringan dan efektif, niscaya akan lebih mengena di hati pasangan Anda.
2. Panggil pasanagn dengan nama yang ia sukai.
Sebagaimana Rosululloh Saw. memanggil Aisyah r.a. dengan sebutan humaira (si Merah Delima). Maka, bertanyalah kepada istrimu mengenai nama yang ia sukai. Istri pun harus melakukan hal yang sama yaitu memanggil suami dengan sebutan yang disukainya.
3. Saling memberikan pujian.
Pada dasarnya, manusia itu senang dipuji dan ini termasuk kebutuhan (tabiat). Hendaknya suami sering memuji istri, demikian pula sebaliknya. Memuji pasangan dapat dilakukan di depan orangtuanya, anak-anaknya atau kerabatnya dengan menyebutkan kebaikan-kebaikan yang dimilikinya.
4. Bersikap qana'ah.
Diantara tanda keharmonisan cinta pasangan suami istri adalah sikap meraa puas dengan yang ada (qana'ah) atau merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia. Masih berkelanjutannya sikap manja, kebiasaan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasangan suami istri. Siap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan. Hal-hal picisan dan glamour yang digembar-gemborkan media sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan.
Kebahagiaan sejatinya hanya akan memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik.
5. Sekali-kali ajak istri jalan-jalan, piknik, atau rekreasi.
Tentu saja, bepergian yang dimaksud adalah mengunjungi tempat-tempat yang dihalalkan. Setiap bulannya, jadwalkan waktu pergi berdua (kencan) dengan istri agar ia tidak sumpek terus-menerus berada di rumah.
6. Senantiasa bersikap terus-terang, jujur dan sportif.
Ini merupakan kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalah-pahaman. Jika Anda melakuakan kesalahan, maka yang harus dilakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai dan memaafkan Anda.
7. Jangan melihat ke belakang.
Jangan pernah menyesali keputusan yang telah dibuat menyangkut pernikahan. Pertanyaan seperti,"kenapa waktu itu saya mau saja dinikahi, ya?" atau "kenapatidak saya tolak saja ya lamarannya?" harus dibuang jauh-jauh. Ketidak harmonisan bisa saja bermula dari pertanyaan sepele tersebut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidak-harmonisan berujung pada perceraian. Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Jangan lari dari masalah dengan melongok ke belakang atau (na'udzubillahi min dzalik) membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga ia akan dengan mudah meracuni.
8. Tumbuhkan impian.
Impian membuat Anda memiliki harapan. Bila Anda memiliki harapan, Anda pun mempunyai gairah untuk mewujudkannya. Hidup pun menjadi bersemangat. Jadi, usahakan untuk selalu mewarnai setiap hari dengan rencana-rencana matang untuk menggapai impian-impian Anda.
Tentu saja, tak cuma Anda yang harus menghidupkan suasana seperti ini. Pasangan pun harus sama-sama berupaya tumbuhkan impian-impian yang realistis bersama pasangan, sehingga Anda berdua termotivasi untuk terus berusaha. Dengan saling berbagi cerita dan impian, hari-hari Anda akan terasa lebih menantang dan hubungan dengan suami atau istri pun akan lebih harmonis. Anda tidak akan pernah habis-habisnya bercerita tentang usaha-usaha dalam mewujudkan imian-impian tadi.
9. Jangan selalu curiga.
Kecurigaan tidak akan pernah berbuah manis. Bayangkan jika pikiran Anda atau pasangan hanya dipenuhi oleh upaya untuk selalu mencari sisi-sisi negatif masing-masing. Bagaimana mungkin keharmonisan tercipta bila Anda berdua membiarkan kecurigaan itu tumbuh subur. Lebih baik tumbuhkan sikap saling percaya agar hubungan berjalan dengan baik. Dengan demikian, Anda berdua akan mampu menciptakan suasana yang harmonis.
10. Suami adalah partner.
Anda dan pasangan harus sama-sama sadar bahwa pasangan bukanlah bawahan atau atasan. Pasangan adalah pribadi yang unik dan memiliki banyak potensi untuk berkembang. Oleh karena itu, perlakukan dia sejajar dengan Anda. Dia juga seperti Anda, ingin dihargai! Hindari ungkapan-ungkapan yang tidak perlu dan tidak enak didengar. Ciptakan suasana yang nyaman yang memungkinkan ide-ide segar muncul. Dengan ide-ide ini, Anda berdua akan selalu memilki cara-cara baru dan lebih ampuh dalam memelihara hubungan.
Dengan saling mengisi dan menghargai, Anda bersama "partner" Anda insya Alloh akan mampu menciptakan keharmonisan. Ini karena Anda berdua menyadari bahwa pasangan adalah partner yang unik dan spesial.
Sumber : NUANSA
Interaksi dengan orang lain, juga dengan pasangan, tidak menutup kemungkinan terjadinya salah paham atau perasaan tidak mengenakkan lainnya. Mungkin, Anda melakukan kesalahan yang mengganggu hubungan Anda berdua. Bisa pula sebaliknya, pasangan Anda yang melukai hati dan pikiran Anda. Yang perlu diingat adalah jangan gampang tersulut emosi. Untuk mengatasinya, Anda berdua hanya butuh saling mengingatkan dan memberi masukan yang baik.
Tidak mungkin pasangan Anda akan tersinggung ketika Anda memberi saran yang bermanfaat, asal Anda tahu caranya! Saling mengingatkan juga akan menjaga diri Anda berdua untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan tidak perlu.
Apalagi jika Anda saling mengingatkan dalam nada-nada canda dan dengan tutur kata yang ringan, enak didengar. Tidak perlu dengan muka serius. Tuturkan dengan bahasa yang ringan dan efektif, niscaya akan lebih mengena di hati pasangan Anda.
2. Panggil pasanagn dengan nama yang ia sukai.
Sebagaimana Rosululloh Saw. memanggil Aisyah r.a. dengan sebutan humaira (si Merah Delima). Maka, bertanyalah kepada istrimu mengenai nama yang ia sukai. Istri pun harus melakukan hal yang sama yaitu memanggil suami dengan sebutan yang disukainya.
3. Saling memberikan pujian.
Pada dasarnya, manusia itu senang dipuji dan ini termasuk kebutuhan (tabiat). Hendaknya suami sering memuji istri, demikian pula sebaliknya. Memuji pasangan dapat dilakukan di depan orangtuanya, anak-anaknya atau kerabatnya dengan menyebutkan kebaikan-kebaikan yang dimilikinya.
4. Bersikap qana'ah.
Diantara tanda keharmonisan cinta pasangan suami istri adalah sikap meraa puas dengan yang ada (qana'ah) atau merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia. Masih berkelanjutannya sikap manja, kebiasaan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasangan suami istri. Siap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan. Hal-hal picisan dan glamour yang digembar-gemborkan media sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan.
Kebahagiaan sejatinya hanya akan memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik.
5. Sekali-kali ajak istri jalan-jalan, piknik, atau rekreasi.
Tentu saja, bepergian yang dimaksud adalah mengunjungi tempat-tempat yang dihalalkan. Setiap bulannya, jadwalkan waktu pergi berdua (kencan) dengan istri agar ia tidak sumpek terus-menerus berada di rumah.
6. Senantiasa bersikap terus-terang, jujur dan sportif.
Ini merupakan kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalah-pahaman. Jika Anda melakuakan kesalahan, maka yang harus dilakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai dan memaafkan Anda.
7. Jangan melihat ke belakang.
Jangan pernah menyesali keputusan yang telah dibuat menyangkut pernikahan. Pertanyaan seperti,"kenapa waktu itu saya mau saja dinikahi, ya?" atau "kenapatidak saya tolak saja ya lamarannya?" harus dibuang jauh-jauh. Ketidak harmonisan bisa saja bermula dari pertanyaan sepele tersebut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidak-harmonisan berujung pada perceraian. Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Jangan lari dari masalah dengan melongok ke belakang atau (na'udzubillahi min dzalik) membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga ia akan dengan mudah meracuni.
8. Tumbuhkan impian.
Impian membuat Anda memiliki harapan. Bila Anda memiliki harapan, Anda pun mempunyai gairah untuk mewujudkannya. Hidup pun menjadi bersemangat. Jadi, usahakan untuk selalu mewarnai setiap hari dengan rencana-rencana matang untuk menggapai impian-impian Anda.
Tentu saja, tak cuma Anda yang harus menghidupkan suasana seperti ini. Pasangan pun harus sama-sama berupaya tumbuhkan impian-impian yang realistis bersama pasangan, sehingga Anda berdua termotivasi untuk terus berusaha. Dengan saling berbagi cerita dan impian, hari-hari Anda akan terasa lebih menantang dan hubungan dengan suami atau istri pun akan lebih harmonis. Anda tidak akan pernah habis-habisnya bercerita tentang usaha-usaha dalam mewujudkan imian-impian tadi.
9. Jangan selalu curiga.
Kecurigaan tidak akan pernah berbuah manis. Bayangkan jika pikiran Anda atau pasangan hanya dipenuhi oleh upaya untuk selalu mencari sisi-sisi negatif masing-masing. Bagaimana mungkin keharmonisan tercipta bila Anda berdua membiarkan kecurigaan itu tumbuh subur. Lebih baik tumbuhkan sikap saling percaya agar hubungan berjalan dengan baik. Dengan demikian, Anda berdua akan mampu menciptakan suasana yang harmonis.
10. Suami adalah partner.
Anda dan pasangan harus sama-sama sadar bahwa pasangan bukanlah bawahan atau atasan. Pasangan adalah pribadi yang unik dan memiliki banyak potensi untuk berkembang. Oleh karena itu, perlakukan dia sejajar dengan Anda. Dia juga seperti Anda, ingin dihargai! Hindari ungkapan-ungkapan yang tidak perlu dan tidak enak didengar. Ciptakan suasana yang nyaman yang memungkinkan ide-ide segar muncul. Dengan ide-ide ini, Anda berdua akan selalu memilki cara-cara baru dan lebih ampuh dalam memelihara hubungan.
Dengan saling mengisi dan menghargai, Anda bersama "partner" Anda insya Alloh akan mampu menciptakan keharmonisan. Ini karena Anda berdua menyadari bahwa pasangan adalah partner yang unik dan spesial.
Sumber : NUANSA
Langganan:
Postingan (Atom)
